Respirasi
Respirasi adalah proses pengoksidasian
metabolit oleh organisme saat ada oksigen untuk menangkap energi yang dikandung
dalam ikatan- ikatan metabolit. Respirasi tidak hanya menghasilkan energi,
melainkan juga produk- produk samping berupa karbon dioksida dan air. Serupa
dengan itu, proses- proses glikolisis dan farmentasi memecah metabolit untuk
memperoleh energi dan menghasilkan produk- produk samping. Jelaslah, pertukaran
gas dengan suatu cara diperlukan untuk menyediakan oksigen bagi sel- sel dan menyingkirkan
karbondioksida. Agak membingungkan memang, tapi proses tersebut di kenal juga
sebagai respirasi. Untuk membedakan kedua bentuk respirasi itu, kita akan
menyebut proses oksidatif sebagai respirasi internal, atau respirasi selular,
sedangkan pertukaran gas kita sebut respirasi eksternal, atau respirasi
organismik ( Fried, 2003)
Menurut Soewolo (2000), Alat pernapasan
di darat adalah :
1. Paru-
paru
Dibedakan
dua tipe paru- paru : (1) paru- paru difusi, dan (2) paru- paru ventilasi.
Paru- paru difusi merupakan paru- paru yang melakukan pertukaran gas dengan
atmosfier sekitar hanya dengan proses difusi. Paru- paru semacam ini dijumpai
pada hewan yang relatif kecil, seperti Pulmonata,
Scorpion, dan beberapa Isopoda.
Sedangkan paru- paru ventilasi merupakan paru- paru yang dimiliki oleh
vertebrata. Paru- paru tipe ini diventilasi oleh udara tidal, yaitu udara yang
langsung keluar masuk paru- paru. Paru- paru ventilasi yang paling primitif di
jumpai pada Dipnoi (ikan berparu- paru).
2. Trakhea
Trakhea
merupakan alat pernapasan khas terdapat pada insekta, terdiri atas suatu sistem
pembuluh udara (trakhea) yang bercabang- cabang, dimulai dari cabang besar,
yang makin lama percabangan tadi makin kecil dan akhinya masing- masing. Sistem
trakheal merupakan sistem pernapasan. sederhana karena sel- sel dapat
berhubungan yang makin kecil dan akhirnya masing- masing cabang kecil tadi
berakhir pada sel tubuh. Udara masuk ke dalam sistem trakheal melalui lubang-
lubang (spirakel) pada sisi kanan- kiri tubuh insekta. Sistem trakheal
merupakan sistem pernapasan yang sederhana, karena sel- sel dapat berhubungan
langsung dengan udara luar melalui pembuluh darah.
Suatu keuntungan kehidupan di darat
adalah bahwa oksigen terdapat dalam jumlah yang jauh lebih besar dari pada
dalam air. Tetapai masalahnya ialah air tubuh dapat hilang dengan mudah melalui
tiap permukaan yang basah, tipis permeabel dan mempunyai pembuluh darah yang
berfungsi sebagai membran pernapasan. Sebagian besar hewan darat, telah
menyesuaikan diri terhadap keadaan yang menentang inidengan mengembangkan alat
pernapasan yaitu trakea dan paru- paru, di mana membran pernapasan terletak
jauh di dalam tubuh dalam ruang- ruang dengan kelembapan nisbi yang mendekati
100% (kejenuhan pada suhu tubuh hewan. Di samping itu, karena kadar oksigen
udara itu begitu tinggi, maka hanya sedikit udara yang harus diganti pada tiap
pengambilan napas. Faktor- faktor inilah yang mengurangi hilangnya air. Udara
yang keluar masuk ruang- ruang ini hanya sebanyak yang di perlukanuntuk
kebutuhan metabolisme hewan pada waktu dan keadaan tertentu (Ville, 1999).
Sebagian besar organisme air seperti
protozoa, hidra, cacing pipih dan rotifera tidak mempunyai alat pernapasan
khusus. Permukaan tubuh hewan ini yang dalam beberapa hal di tunjang oleh
lapisan saluran pencernaan atau rongga badan yang lainnya, merupakan satu-
satunya membran pernapasan yangdiperlukan, karena perbandingan luas permukaan
terhadap volume tubuh cukup menguntungkan. Pada waktu oksigen berdifusi ke
dalam dan karbon dioksida keluar tubuh, maka oksigen dalam lapisan air yang
membatasi permukaan tubuh habis dengan cepat dan karbondioksida tertimbun
dengan cepat pula. Jika seekor hwan stasioner dan tidak hidup dalam suatu
habitat di mana lapisan air pembatas itu tidak mengalir maka sel yang bersilium
atau berflagelium menggerakkan air tersebut melalui permukaan rongga- rongga
tubuh organisme tersebut sehingga akan terdapat penyediaan oksigen yang terus
menerus (Ville, 1999).
Menurut Anonim (2010), faktor- faktor
yang mempengaruhi laju reaksi adalah :
1.
Ketersediaan
substrat.
Tersedianya
substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan
dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang
rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka
laju respirasi akan meningkat.
2.
Ketersediaan
Oksigen.
Ketersediaan
oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut
berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada
tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak
mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan
untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara.
3.
Suhu.
Pengaruh
faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10,
dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu
sebesar 10
, namun hal ini
tergantung pada masing-masing spesies.
4.
Tipe
dan umur tumbuhan.
Masing-masing
spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan
tumbuhan untuk berespirasiakan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan
muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua.
Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.
BAB IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
Bahan I : Belalang
|
No
|
Menit
ke- n
|
Skala
|
Keterangan
|
|
1.
|
0
|
0
|
-
|
|
2.
|
5
|
0,41
|
0,0014
skala/ sekon
|
|
3.
|
10
|
0,47
|
0,0007
skala/ sekon
|
|
4.
|
15
|
0,61
|
0,0006
skala/ sekon
|
|
5.
|
20
|
0,65
|
0,0005
skala/ sekon
|
Bahan II : Kecoa
|
No
|
Menit
ke- n
|
Skala
|
Keterangan
|
|
1.
|
0
|
0
|
-
|
|
2.
|
5
|
0,41
|
0,0013
skala/ sekon
|
|
3.
|
10
|
0,96
|
0,0016
skala/ sekon
|
No comments:
Post a Comment