Pages

Sunday, September 25, 2016

Anatomi Hewan Vetebrata



Anatomi Hewan Vetebrata
 
       Katak adalah hewan vertebrata yang dapat hidup di dua alam yaitu daratan dan perairan sehingga disebut hewan amphibia. Seekor katak di darat bertopang pada sepasang kaki depan, sedangkan kaki belakang terlipat di sisi tubuhnya. Kalau melompat, kaki belakang akan diluruskan dengan bantuan tendon avhiles, bila di air kaki ini digunakan untuk mengayuh kuat dengan bantuan selaput renangnya, sehingga tubuhnya dapat maju ke depan. Air sering digunakan sebagai tempat berlindung, membasahi kulitnya, merayap air serta melakukan perkembangbiakan secara seksual (Tim Pengajar, 2005).
       Amphibi berasal dari kata Amphi, artinya rangkap dan bios, artinya kehidupan, karena Amphibi ialah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan, mula-mula dalam air tawar, kemudian dilanjutkan di darat. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak, keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis dan biasanya extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda, sedang kulitnya ialah lembut dan tidak berambut, bersisik atau tidak berbulu. Kriteria semacam ini sering tidak dapat dipakai untuk spesies tertentu; beberapa spesies mengalami modifikasi, bahkan tidak mengalami fase larva di dalam air, dan sebaliknya beberapa hewan dewasa tetap bertahan di dalam air. Karena ada beberapa spesies yang melangsungkan kehidupannya terus menerus di dalam air dan sebaliknya ada yang sama sekali tidak mengalami kehidupan di dalam air, beberapa ahli sependapat menggunakan nama batrachia (batrachos=katak), meskipun pemakaian nama itu tidak meluas ( Radiopoetro, 1991).
       Beberapa pertimbangan memungkinkan pemilihan katak atau Rana sp, untuk mewakili classis Amphibia. Selain genus ini mudah diperoleh dan ukurannya cukup besar, ia menunjukkan banyak persamaan dalam bentuk dan fungsi dengan vertebrata tinggi termasuk manusia. Susunan tubuhnya mudah dipelajari, demikian pula fisiologinya dapat segera ditunjukkan. Cara hidupnya ialah sederhana dan mudah diamati ( Radiopoetro, 1991).
       Makanan katak adalah serangga kecil, cacing atau hewan kecil dan mangsanya ditangkap dan langsung ditelan dengan lidahnya yang berlendir. Katak suka mangsa yang bergerak. Untuk tempat bertelur, katak akan mencari air tenang serta dangkal. Katak jantan akan berada pada bagian punggung betina selanjutnya dengan gerakan meremas (ampleksus) katak jantan menyemprotkan spermanya ke telur yang dikeluarkan betina. Telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa akan berkembang menjadi embrio, kemudian larva lalu kecebong dan selanjutnya bermetamorfosis menjadi katak dewasa ( Tim Pengajar, 2005).
       katak terdiri dari kepala (caput), badan (truncus), dan anggota depan belakang (ekstrimitas anterior dan posterior). Dari morfologi, dapat dibedakan antara katak jantan dan betina yaitu katak jantan tubuhnya lebih kecil, pada kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flight, yang berfungsi untuk menekan tubuh betina serta memberi tanda apabila jantan akan mengeluarkan spermatozoa, dan pada bagian rahang bawah (mandibula) terdapat sepasang noda hitam yang menandakan bahwa katak jantan mempunyai sepasang kantung suara (saccus vocalis), yang berfungsi sebagai resonansi suara ( Tim Pengajar, 2005).
       Kepala Rana sp berbentuk segitiga, dengan moncong yang tumpul, celah mulut lebar, bentuknya lebih kurang seperti bulan sabit. Rahang bawah tidak bergerigi, rahang atas bergigi atau tidak. Pada umumnya vormer bergigi, kedudukan vomer terhadap nares posterior sangat penting untuk identifikasi. Di dalam mulut terdapat lidah yang melekat pada dasar mulut bagian anterior, ujungnya berbelah atau tidak utuh, runcing atau tumpul (Anonim, 2006).
       Cara hidup katak sangat berbeda dengan ikan. Hewan ini tidak hidup di dalam perairan yang dalam dan menggunakan sebagian besar hidupnya di darat. Kulit disamping berguna untuk penutup tubuhnya, juga berguna untuk pernapasan. Untuk memungkinkan terjadinya pernapasan melalui kulit, kulit harus selalu basah apabila hewan berada di luar air.  Untuk mempertahankan keadaan selalu basah tersebut, kulit dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir. Setiap kelenjar ialah berbentuk piala, terdapat tepat di bawah epidermis dan salurannya melalui epidermis bermuara di permukaan kulit (Radiopoetro, 1991).
       Saluran pencernaan pada katak terdiri atas, mulut (oris), pharynx, kerangkangan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus (intistinum) dan cloaca. Rongga mulut (cavum oris) dibentuk oleh rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibula) yang terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri atas dari kelenjar ludah, hati, kantung empedu dan pangkreas. Gigi tubuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit dan berbentuk huruf V disebut vormer. Setiap kali tanggal akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Selain itu juga, terdapat gigi-gigi halus yang tersusun di pinggir maxilla, yakni dentes maxillaris. Lidah pada katak bercabang 2 sebagai penangkap mangsa, jika ada mangsa, dia akan melekat pada lidah yang berlendir (Anonim,2010).
       Sistem peredaran darah pada katak termasuk sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Jantung katak terbagi menjadi tiga ruangan, yakni serambi kiri dan kanan serta bilik (Anonim, 2010).
       Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasankarena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu (Anonim, 2010).
       Sistem urogenitalia pada katak merupakan dua sistem yang berkaitan, yaitu sistem ekskretoris (pengeluaran) dan sistem genital (kelamin). Sistem ekskretoris terdiri dari rongga ginjal (ren), sepasang berwarna merah kecoklatan dan terletak pada bagian dasar dari rongga tubuh, di sebelah kiri dan kanan dari tulang vertebrata. Pada permukaan ventral dari ren terdapat kelenjar adrenal (glandula suprarenalis), merupakan kelenjar endokrin yang dapat menghasilkan hormon adrenalin. Sedangkan sistem genitalia terdiri dari alat kelamin betina dan alat kelamin jantan. Alat kelamin betina terdiri dari saluran telur, uterus, dan badan-badan lemak. Alat kelamin jantan terdiri dari testis, vasa efferentia, dan ductusurospermaticus (Tim pengajar, 2005).

No comments:

Post a Comment