Anatomi Hewan Vetebrata
Katak
adalah hewan vertebrata yang dapat hidup di dua alam yaitu daratan dan perairan
sehingga disebut hewan amphibia. Seekor katak di darat bertopang pada sepasang
kaki depan, sedangkan kaki belakang terlipat di sisi tubuhnya. Kalau melompat,
kaki belakang akan diluruskan dengan bantuan tendon avhiles, bila di air kaki
ini digunakan untuk mengayuh kuat dengan bantuan selaput renangnya, sehingga
tubuhnya dapat maju ke depan. Air sering digunakan sebagai tempat berlindung,
membasahi kulitnya, merayap air serta melakukan perkembangbiakan secara seksual
(Tim Pengajar, 2005).
Amphibi berasal dari kata Amphi, artinya rangkap dan bios, artinya
kehidupan, karena Amphibi ialah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan,
mula-mula dalam air tawar, kemudian dilanjutkan di darat. Fase kehidupan di
dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak, keadaan ini merupakan
fase larva atau biasa disebut berudu. Hewan dewasa memiliki columna vertebralis
dan biasanya extremitates dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda,
sedang kulitnya ialah lembut dan tidak berambut, bersisik atau tidak berbulu.
Kriteria semacam ini sering tidak dapat dipakai untuk spesies tertentu;
beberapa spesies mengalami modifikasi, bahkan tidak mengalami fase larva di
dalam air, dan sebaliknya beberapa hewan dewasa tetap bertahan di dalam air.
Karena ada beberapa spesies yang melangsungkan kehidupannya terus menerus di
dalam air dan sebaliknya ada yang sama sekali tidak mengalami kehidupan di
dalam air, beberapa ahli sependapat menggunakan nama batrachia
(batrachos=katak), meskipun pemakaian nama itu tidak meluas ( Radiopoetro,
1991).
Beberapa
pertimbangan memungkinkan pemilihan katak atau Rana sp, untuk mewakili classis
Amphibia. Selain genus ini mudah diperoleh dan ukurannya cukup besar, ia
menunjukkan banyak persamaan dalam bentuk dan fungsi dengan vertebrata tinggi
termasuk manusia. Susunan tubuhnya mudah dipelajari, demikian pula fisiologinya
dapat segera ditunjukkan. Cara hidupnya ialah sederhana dan mudah diamati (
Radiopoetro, 1991).
Makanan
katak adalah serangga kecil, cacing atau hewan kecil dan mangsanya ditangkap
dan langsung ditelan dengan lidahnya yang berlendir. Katak suka mangsa yang
bergerak. Untuk tempat bertelur, katak akan mencari air tenang serta dangkal.
Katak jantan akan berada pada bagian punggung betina selanjutnya dengan gerakan
meremas (ampleksus) katak jantan menyemprotkan spermanya ke telur yang
dikeluarkan betina. Telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa akan berkembang
menjadi embrio, kemudian larva lalu kecebong dan selanjutnya bermetamorfosis
menjadi katak dewasa ( Tim Pengajar, 2005).
katak terdiri dari kepala (caput), badan (truncus), dan anggota depan
belakang (ekstrimitas anterior dan posterior). Dari morfologi, dapat dibedakan
antara katak jantan dan betina yaitu katak jantan tubuhnya lebih kecil, pada
kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flight, yang berfungsi untuk
menekan tubuh betina serta memberi tanda apabila jantan akan mengeluarkan
spermatozoa, dan pada bagian rahang bawah (mandibula) terdapat sepasang noda
hitam yang menandakan bahwa katak jantan mempunyai sepasang kantung suara
(saccus vocalis), yang berfungsi sebagai resonansi suara ( Tim Pengajar, 2005).
Kepala Rana sp berbentuk segitiga, dengan moncong yang tumpul, celah
mulut lebar, bentuknya lebih kurang seperti bulan sabit. Rahang bawah tidak
bergerigi, rahang atas bergigi atau tidak. Pada umumnya vormer bergigi,
kedudukan vomer terhadap nares posterior sangat penting untuk identifikasi. Di
dalam mulut terdapat lidah yang melekat pada dasar mulut bagian anterior,
ujungnya berbelah atau tidak utuh, runcing atau tumpul (Anonim, 2006).
Cara hidup katak sangat berbeda dengan ikan. Hewan ini tidak hidup di
dalam perairan yang dalam dan menggunakan sebagian besar hidupnya di darat.
Kulit disamping berguna untuk penutup tubuhnya, juga berguna untuk pernapasan.
Untuk memungkinkan terjadinya pernapasan melalui kulit, kulit harus selalu
basah apabila hewan berada di luar air.
Untuk mempertahankan keadaan selalu basah tersebut, kulit dilengkapi
dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir. Setiap kelenjar ialah
berbentuk piala, terdapat tepat di bawah epidermis dan salurannya melalui
epidermis bermuara di permukaan kulit (Radiopoetro, 1991).
Saluran pencernaan pada katak terdiri atas, mulut (oris), pharynx,
kerangkangan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus (intistinum) dan cloaca.
Rongga mulut (cavum oris) dibentuk oleh rahang atas (maxilla) dan rahang bawah
(mandibula) yang terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan
terdiri atas dari kelenjar ludah, hati, kantung empedu dan pangkreas. Gigi
tubuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit dan
berbentuk huruf V disebut vormer. Setiap kali tanggal akan tumbuh gigi baru
sebagai ganti. Selain itu juga, terdapat gigi-gigi halus yang tersusun di
pinggir maxilla, yakni dentes maxillaris. Lidah pada katak bercabang 2 sebagai
penangkap mangsa, jika ada mangsa, dia akan melekat pada lidah yang berlendir
(Anonim,2010).
Sistem peredaran darah pada katak termasuk sistem peredaran darah
tertutup dan ganda. Jantung katak terbagi menjadi tiga ruangan, yakni serambi
kiri dan kanan serta bilik (Anonim, 2010).
Pada
katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru.
Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput
rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasankarena tipis dan banyak
terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu (Anonim, 2010).
Sistem
urogenitalia pada katak merupakan dua sistem yang berkaitan, yaitu sistem
ekskretoris (pengeluaran) dan sistem genital (kelamin). Sistem ekskretoris
terdiri dari rongga ginjal (ren), sepasang berwarna merah kecoklatan dan
terletak pada bagian dasar dari rongga tubuh, di sebelah kiri dan kanan dari
tulang vertebrata. Pada permukaan ventral dari ren terdapat kelenjar adrenal
(glandula suprarenalis), merupakan kelenjar endokrin yang dapat menghasilkan
hormon adrenalin. Sedangkan sistem genitalia terdiri dari alat kelamin betina
dan alat kelamin jantan. Alat kelamin betina terdiri dari saluran telur,
uterus, dan badan-badan lemak. Alat kelamin jantan terdiri dari testis, vasa
efferentia, dan ductusurospermaticus (Tim pengajar, 2005).
No comments:
Post a Comment