GERHANA
Gerhana adalah fenomea astronomi yang terjadi
sebuah benda
angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda
angkasa lain. Gerhana dibagi menjadi dua yaitu gerhana bulan dan gerhana
matahari. Terjadinya gerhana adalah karena sifat dari
pergerakan benda langit berupa bumi dan bulan dalam posisinya terhadap
matahari. Kita mengetahui bahwa bumi ini bulat dan berada di angkasa. Ia
beredar mengelilingi matahari sambil berputar pada sumbunya. Lama bumi
mengelilingi matahari adalah satu tahun atau tepatnya 365 hari 5 jam 48 menit
46 detik (356,24220 hari). Lama bumi berputar pada sumbunya rata-rata 24 jam
(sehari semalam). Perjalanan keliling bumi mengitari matahari itu bentuknya
elips. Lingkaran lintasan keliling bumi mengitari matahari itu disebut
ekliptika.
A. GERHANA
MATAHARI
Gerhana matahari terjadi pada waktu bulan berada
di antara bumi dan matahari, yaitu pada waktu bulan mati, dan bayang-bayang
bulan yang berbentuk kerucut menutupi permukaan bumi.
Bayang-bayang bulan ada dua bagian, yaitu umbra
dan penumbra. Umbra adalah bagian yang gelap dan berbentuk kerucut yang
puncaknya menuju ke bumi. Penumbra adalah bagian yang agak terang dan bentuknya
makin jauh dari bulan semakin lebar.
Ukuran
bulan sangat kecil sehingga bayangannyapun kecil. Oleh karena itu, daerah di
bumi yang tertutup bayangan bulan hanya sebagian. Luas daerah yang tertutup
penumbra memiliki garis tengah sekitar 3.000 km. Daerah yang tertutup umbra
memiliki garis tengah sekitar 269 km.
Gerhana Matahari terjadi saat posisi bulan berada
di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya
Matahari. Meskipun Bulan berukuran lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi
cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400
kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak
rata-rata 149.680.000.
Dalam Proses gerhana, akan selalu melibatkan dua
bayangan yaitu umbra dan panumbra. Bayang-bayang
yang sangat gelap, disebut umbra atau bayang-bayang inti Bayang-bayang kabur,
disebut penumbra atau bayang-bayang semu.
Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga
jenis yaitu: gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin
Daerah yang berada dalam liputan umbra akan
mengalami gerhana matahari total, sedangkan yang berada dalam liputan penumbra
mengalami gerhana matahari sebagian.
a. Gerhana Matahari Total
Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana
matahari total apabila saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup
sepenuhnya oleh piringan bulan. Saat itu, piringan bulan sama besar atau lebih
besar dari piringan matahari. Ukuran piringan matahari dan piringan bulan
sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak bumi-bulan dan
bumi-matahari.
Lama
gerhana matahari total hanya beberapa menit karena gerakan bayangan bulan yang
cepat.
b. Gerhana
Matahari Sebagian
Gerhana matahari sebagian terjadi jika hanya
sebagian cahaya matahari yang menuju ke bumi terhalang bulan. Pada saat terjadi
gerhana ini permukaan bumi berada diantara penumbra dan umbra. Gerhana matahari
sebagian ini meliputi daerah yang lebih luas.
c. Gerhana Matahari Cincin
Gerhana
matahari cincin terjadi apabila piringan bulan hanya menutup sebagian dari
piringan matahari. Gerhana ini terjadi bila ukuran piringan bulan lebih kecil
dari piringan matahari. Bagian piringan matahari yang tidak tertutup oleh
piringan bulan, berada di sekeliling piringan bulan dan terlihat seperti cincin
yang bercahaya.
Geometri gerhana Matahari cincin
(dilihat dari atas bidang ekliptika). Pada gambar tersebut ada daerah yang
disebut antumbra. Daerah ini merupakan perpanjangan umbra. Apabila kita berada
di daerah pertemuan antumbra tadi dengan permukaan Bumi maka yang kita lihat
adalah GMC. Kalau GMT paling lama dapat disaksikan tidak lebih dari 8 menit
maka GMC dapat disaksikan
hingga 11 menit. Perhatikan bahwa pada GMC pertemuan penumbra dengan permukaan
Bumi lebih besar dibanding pada peristiwa GMT. Artinya lebih banyak daerah yang
bisa menyaksikan GMS ketika terjadi GMC dibanding ketika terjadi GMT.
Bahayanya melihat langsung gerhana matahari
Melihat
secara langsung ke fotosfer matahari (bagian
cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik tapi dapat
mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi
yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer.
Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan
menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak
aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang
dapat merusak retina mata.
Pupil
mata manusia tak mampu menghalangi pancaran cahaya matahari yang begitu terang.
Tahukah kamu, kalau dihitung, cahaya langsung dari matahari itu harus
dilemahkan 50 ribu kali supaya bisa diterima oleh pupil mata manusia. Kalau tak
dilemahkan, orang yang melihat langsung ke arah matahari besar kemungkinannya
menjadi buta.
Berdasarkan
penjelasan Prof B.
Ralph Chou, bahwa meskipun 99% cahaya matahari terlindung oleh bulan pada
peristiwa gerhana matarahari sehingga wilayah umbra bumi menjadi gelap (seperti
malam), namun tetap ada cahaya radiasi dari matahari yang sampai ke bumi, dan
sampai ke mata (jika kita langsung menatap dengan mata telanjang). Dan
perlu diingat, cahaya matahari terdiri dari berbagai gelombang sinar baik dari
sinar tampak (pelangi : me-ji-ku-hi-bi-ni-u) maupun sinar tidak tampak seperti
UV yang berenergi dan berfrekuensi tinggi (panjang gelombang 290 nm) hingga
sinar cahaya dengan gelombang radio yang berenergi dan berfrekuensi rendah (panjang
gelombang beberapa meter) .
A Total eclipse in the umbra.
B Annular eclipse in the antumbra.
C Partial eclipse in the penumbra
B Annular eclipse in the antumbra.
C Partial eclipse in the penumbra
Pada
organ mata,sinar cahaya UV dengan panjang gelombang sekitar 380 nm akan
langsung ditransmisikan ke retina (bagian belakang organ
mata yang sensitif). Dan berdasarkan fisiologi struktur mata, cahaya
radiasi UV merupakan penyebab terjadinya reaksi kimia yang mempercepat
penuaan lapisan mata yang akan membuat katarak atau dalam kondisi menatap
langsung gerhana matahari dapat menyebabkan “retina terpanggang”.
Besarnya
intensitas sinar UV yang menempus ke retina menyebabkan kerusakan pada sel
batang (rod cell) dan kerucut (cone cell) pada mata. Cahaya
matahari (khusus komponen UV) menjadi pemicu serangkaian reaksi kimia
pada sel-sel mata yang mana akan merusak kemampuan sel tersebut merespons objek
visual. Dan dalam intensitas yang besar dan lama, akan menyebabkan kerusakan
parah pada sel mata. Yang pada akhirnya akan menyebabkan mata mengalami buta
sementara atau bahkan buta “abadi” (maksudnya tidak bisa disembuhkan).
B.
GERHANA BULAN
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau
keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi
berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga
sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Sebenarnya,
pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini
dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan
oleh atmosfer bumi.
Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spectrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana
bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga,
ataupun coklat.
a. Gerhana
Bulan Total
Dalam
peredaran mengelilingi bumi, ada kalanya bulan bergerak ke tengah-tengah daerah
bayang-bayang umbra, atau keseluruhan bulan masuk ke dalam bayangan
inti/umbra bumi. sehingga bisa lebih dari dua jam berada dalam
kegelapan. Dalam keadaan demikian terjadilah gerhana bulan total.
b. Gerhana
Bulan Sebagian
Gerhana ini terjadi jika hanya sebagian bulan
saja yang masuk ke daerah umbra bumi, dan sebagian lagi berada dalam bayangan
penumbra bumi. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke
permukaan bulan.
c. Gerhana
Bulan Penumbra Total
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di
bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
d. Gerhana
Bulan Penumbra Sebagian
Gerhana ini terjadi jika hanya sebagian saja dari
bulan yang memasuki penumbra.
Gerhana bulan penumbra biasanya tidak terlalu menarik
bagi pengamat. Karena pada gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana
hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.
Pengaruhnya gerhana Bulan terhadap bumi
Rotasi bulan dan revolusi bulan mengakibatkan terjadinya
pasang naik dan pasang surut air laut. Ketika pasang naik, permukaan air laut
akan naik. Sebaliknya jika pasang surut, permukaan air laut akan turun. Pada
saat bulan berevolusi terhadap bumi, air laut di bagian bumi yang menghadap
bulan akan tertarik gravitasi bulan sehingga terjadi pasang naik. Sebaliknya,
air laut di bagian bumi yang tidak menghadap bulan akan pasang surut.
Jika kita
perhatikan air laut dalam waktu sehari semalam permukaan air laut mengalami dua
kali pasang dan dua kali surut. Dalam waktu satu bulan, permukaan air laut
mengalami pasang maksimum dua kali dan pasang minimum dua kali. Pasang maksimum
disebut pasang purnama. Sedangkan pasang minimum disebut pasang perbani. Pasang
purnama terjadi saat bulan mati dan bulan purnama. Pada saat itu kedudukan bumi.
bulan. dan matahari terletak dalam satu garis. Pada kedudukan itu pengaruh
gravitasi bulan dan matahari maksimum. Akibatnya, “permukaan air laut mengalami
pasang dan surut maksimum”. Pasang perbani terjadi jika kedudukan bulan dan
matahari saling tegak lurus terhadap bumi. Pada kedudukan itu pengaruh
gravitasi bulan dan matahari minimum. Akibatnya. permukaan air laut mengalami
pasang dan surut minimum.
No comments:
Post a Comment