Tiga
Kriteria Generasi Emas
Sebelum menuju generasi emas 2045
ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar genereasi emas 2045 benar- benar
terwujud. Salah satu yang harus dpersiapkan adalah pendidik yang berkualitas
agar bisa mencetak genersi muda yang bertakwa, berilmu dan bangga dengan
bangsanya sendiri. Di dalam UU RI No. 20 th 2003 tentang sistem pendidikan
Nasonal, yaitu pendidik adalah tenaga kependdikan yang berkualfkas sebagai
guru, dosen konselor, pamong belajar, widyaswara, totor, nstruktur, fasltator
dan sebutan lainya yang sesuai dengan kekhususannya. Sedangkan pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
prosesbelajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual kaagamaan, pengendalan diri, kepriibadian,
kecerdasan ahlak mulia, serta keteramplan yang diperlukan dirinya masyarakat
bangsa dan negara.
Untuk membentuk generasi emas,
dimana pada tahun 2045 dijadika momen kebangkitan bangsa indonesia dengan
memiliki generasi muda yang sadar dan paham akan pencptaan dirinya. Disamping
itu generasi emas adalah generasi yang
memiliki tradisi keimuan yang memadai dan generasi yang cinta dan bangga
terhadap tanah air. Untuk membentuk
generasi yang memilik tiga krieria untuk menjadi generasi emas, ada beberapa
cara yang bisa dicoba untuk membentuk generasi emas antara lan sebagai berikut:
1. Mengaikan
apa yang di ajari dengan keagamaan.
Sebagai
calon pendidik kita dituntuk untuk bisa membentuk generasi yang memiliki daya
takwa yang tinggi. Cara yang saya bisa
usulkan adalah ketuka proses pembelajar kati haru mengaitkan apa yang
dipelajari dengan kehdupan sehari-hari
agar peserta didik merenungkan penciptaan dari seluru apa yang ada di
alam sekitar. Di dalam renungan pertanyaan yang harus dilontarkan Adalah siapa
yang menciptakan, dan apa tujuan
dari penciptaan.
2. Agama
dijadikan manifestasi budaya.
Budaya
yang baik adalah budaya yang menjadikan agamanya
sebagai nilai-nilai budaya. Generasi emas adalah generasi yang memiliki
budaya, yang cinta akan budayanya serta mampu mempopulerkan budayanya. Dari
generasi yang memiliki daya takwa makan akan terbentuk budaya yang tidak
bertolak belakang dengan agamanya, karena agamnyalah dijadika nilai-nilai
budaya.
3. Genersi
yang berbudaya.
Orang yang berbudaya dalah orang yang
cinta akan bangsanya sendiri karena dia tahu budayanya dan dia paham akan
budanyanya sendiri. Untuk membentuk generasi
yang berbudaya sebagai pendidik haruslah bisa menunjukan keunggulan kita
sendiri karena permaslah kita adalah
sedikitnya informasi tentang budaya kita sendiri, atau bahkan kitalah yang
masalasmencari tahu budaya kita.
No comments:
Post a Comment